Hai...saudara-saudaraku semua, sebangsa dan se tanah air.
Sudahkah kalian mempunyai acara besok pagi?
Mungkin ada yang sudah, yang belum juga udah pasti ada.
kalo aku dah ada rencana nih...Besok aku ama sekeluarga berrencana pergi ke Pemandian Air Hangat yang terletak di Pacitan, Jawa Timur.
Dulu, sudah agak lama sih aku kesana ma keluarga, jdi alamat pastinya aku lupa. Yang kuingat cuma arah jalannya saja.
Oya, pemandian tersebut mungkin sekitar 2 jam perjalanan dari tempatku. Aku kan tinggal di Praci, jadi arah pemandian adalah ke Timur. Dari Praci lewat Giribelah, terus ke arah timur melewati jalan pintas. Jalanan lumayan menantang dengan keadaan kanan dan kiri pegunungan ditambah naik turun perbukitan. Oke teman2, sekian dulu tulisan tentang jalan2 ke air hangat, besok akan kumuat lagi tentang suasana di Pemandian tersebut. Foto udah pasti dan mungkin kalo bisa kumuat juga video suasana di sana. Sipp and Bye-bye...!
Senyumku menyambut kedatanganmu.
Selamat datang di Bloggku. Blog pemula dengan segala sesuatu yang baru.
Sabtu, 31 Januari 2009
Jumat, 30 Januari 2009
Guyanganku
Guyangan adalah desaku. Di malam yang ramai dengan suara air hujan ini, kucoba menuangkan perasaan hatiku. Ya, perasaan tentang desaku. Guyangan termasuk Dusun kecil yang berpenghuni sekitar 65 KK. Berada di wilayah Desa Sedayu, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
di Guyangan inilah aku dilahirkan, dan dibesarkan.
Aku merasa bersyukur bisa menikmati masa kecil disini. Masih ku ingat saat-saat kecilku, bermain bersama konco-koncoku (teman-temanku) Iswadi, Dodi, Roni, Wasino, Katmen, beserta yang lainnya. Permainan yang tak pernah kulupakan, panjat pohon di belakang rumah, main perang-perangan sambil nyari rumput, lempar-lemparan tanah yang dibuat bola kecil-kecil kemudian ditusuk dengan kayu kecil. Main layangan buatan sendiri. wahhhh... kalo disebutin semua passsssti sangat banyak.
sewaktu malam, saat sang rembulan menampakkan sinarnya yang kuning keemasan. Saat itullah yang paling ditunggu semua anak-anak di Guyangan. Di tempat salah seorang temanku yang ada lahan (pekarangan) luas. Disitulah kami berkumpul. Waktu itu desaku belum ada listrik, tapi hal itu malah membuat kenangan indah bersama teman-temanku yang tak dapat kulupakan. Dengan ditemani cahaya bulan yang setia, kami bermain Gobag sodor, Gobag perang, Apollo, Ganepo, pokoknya semua berteriak dengan girangnya berganti-ganti permainan. Rasa kebersamaan, persahabatan sejati, bahkan lekat seperti saudara sendiri.." ya itulah yang kudapat saat aku kecil di Guyangan.
Oh, Guyangan...... ku ingin kamu tetap seperti ini. Walaupun anak-anak sekarang sudah tidak bisa merasakan bagaimana senangnya, gembiranya bermain dibawah sinar rembulan. Aku ingin suasanamu tidak banyak berubah. Walaupun anak-anak sekarang lebih senang bermain PS atau nonton tivi, tapi aku ingin kau tetap mengeluarkan aroma pedesaan yang asri, sehingga aku tetap merasakan kenangan masa kecilku.
guyangan.......
di Guyangan inilah aku dilahirkan, dan dibesarkan.
Aku merasa bersyukur bisa menikmati masa kecil disini. Masih ku ingat saat-saat kecilku, bermain bersama konco-koncoku (teman-temanku) Iswadi, Dodi, Roni, Wasino, Katmen, beserta yang lainnya. Permainan yang tak pernah kulupakan, panjat pohon di belakang rumah, main perang-perangan sambil nyari rumput, lempar-lemparan tanah yang dibuat bola kecil-kecil kemudian ditusuk dengan kayu kecil. Main layangan buatan sendiri. wahhhh... kalo disebutin semua passsssti sangat banyak.
sewaktu malam, saat sang rembulan menampakkan sinarnya yang kuning keemasan. Saat itullah yang paling ditunggu semua anak-anak di Guyangan. Di tempat salah seorang temanku yang ada lahan (pekarangan) luas. Disitulah kami berkumpul. Waktu itu desaku belum ada listrik, tapi hal itu malah membuat kenangan indah bersama teman-temanku yang tak dapat kulupakan. Dengan ditemani cahaya bulan yang setia, kami bermain Gobag sodor, Gobag perang, Apollo, Ganepo, pokoknya semua berteriak dengan girangnya berganti-ganti permainan. Rasa kebersamaan, persahabatan sejati, bahkan lekat seperti saudara sendiri.." ya itulah yang kudapat saat aku kecil di Guyangan.
Oh, Guyangan...... ku ingin kamu tetap seperti ini. Walaupun anak-anak sekarang sudah tidak bisa merasakan bagaimana senangnya, gembiranya bermain dibawah sinar rembulan. Aku ingin suasanamu tidak banyak berubah. Walaupun anak-anak sekarang lebih senang bermain PS atau nonton tivi, tapi aku ingin kau tetap mengeluarkan aroma pedesaan yang asri, sehingga aku tetap merasakan kenangan masa kecilku.
guyangan.......
Musim Hujan di Guyangan
Sore telah merayap menuju malam. Namun suara rinai hujan yang jatuh menimpa genting rumah terdengar teratur namun pasti. Ya, hujan telah turun di malam ini.
Guyangan, Sedayu, Pracimantoro. Desa kelahiranku. Desa dimana aku dilahirkan, di gubug bambu rumahku. Desa dimana aku dibesarkan. Dengan segala suasana yang tak kan pernah kulupakan. Suasana desa yang begitu indah, penuh dengan kenangan.
Di depan komputer ini kutuangkan apa yang ada di hatiku,.. tentang desaku. tentang mimpi-mimpi masa kecilku. tentang rintik air hujan, yang turun menyirami alam desaku....
Kubayangkan masa-masa indah. Takkan lain adalah masa kecilku, di Desa Guyangan ini. Tempatku tumbuh menjadi sekarang. Guyangan yang takkan kulupakan.
Guyangan, Sedayu, Pracimantoro. Desa kelahiranku. Desa dimana aku dilahirkan, di gubug bambu rumahku. Desa dimana aku dibesarkan. Dengan segala suasana yang tak kan pernah kulupakan. Suasana desa yang begitu indah, penuh dengan kenangan.
Di depan komputer ini kutuangkan apa yang ada di hatiku,.. tentang desaku. tentang mimpi-mimpi masa kecilku. tentang rintik air hujan, yang turun menyirami alam desaku....
Kubayangkan masa-masa indah. Takkan lain adalah masa kecilku, di Desa Guyangan ini. Tempatku tumbuh menjadi sekarang. Guyangan yang takkan kulupakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
